Media Israel melaporkan bahwa pada 2 April, Iran melancarkan enam serangan rudal balistik ke arah Israel. Sistem pertahanan udara Israel berhasil mencegat sekitar setengah dari jumlah rudal tersebut, sementara sisanya sebagian besar jatuh di daerah tak berpenghuni dan tidak menyebabkan korban jiwa yang serius. Selain Iran, pasukan Houthi di Yaman dan Gerakan Hezbollah di Lebanon juga berpartisipasi dalam serangan terhadap Israel.
Sebaliknya, Angkatan Udara AS dan Israel juga menyerang beberapa fasilitas penting di Iran, termasuk tangki penyimpanan bahan bakar di dekat bandara Mashhad di Iran Timur Laut dan jembatan jalan tol yang menghubungkan Ibu kota Teheran dengan Kota Karaj di Iran Barat.
Di tengah ketegangan antara AS, Israel, dengan Iran yang kian memanas, berbagai negara terus menyerukan kepada semua pihak yang terlibat untuk menghentikan aktivitas militer dan segera memulai proses dialog perdamaian.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, menekankan bahwa langkah militer tidak dapat menghasilkan solusi mendasar. Ia juga memperingatkan bahwa eskalasi konflik akan merugikan ekonomi global dan keamanan energi. Menurut Tiongkok, transportasi maritim internasional hanya dapat dijamin jika gencatan senjata tercapai dan stabilitas regional dipulihkan.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara mengatakan bahwa Tokyo sedang mempertimbangkan untuk menghadiri pertemuan multilateral yang diselenggarakan oleh Inggris untuk menjamin keselamatan pelayaran melalui Selat Hormuz.
Rusia juga menyampaikan sikap yang sama. Juru bicara Istana Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan: Presiden Vladimir Putin mendukung penyelesaian semua perselisihan melalui langkah-langkah politik dan diplomatik. Ia menegaskan bahwa Moskow siap berkontribusi pada upaya mengembalikan situasi di Timur Tengah ke jalur perdamaian.
Vietnamese
中文
日本語
한국어
Français
Русский
Deutsch
Español
Bahasa Indonesia
ไทย
ພາສາລາວ
ខ្មែរ
