Ini berarti program visa khusus bagi warga negara Afghanistan yang telah mendukung AS selama dua dekade kehadiran militernya di negara Asia Selatan ini juga telah ditangguhkan.
Pemberitahuan pemerintah kepada misi diplomatik AS tertanggal 28 November, yang berlaku segera, menyatakan bahwa semua permohonan visa bagi warga negara Afghanistan, termasuk yang termasuk dalam kategori Visa Imigran Khusus, harus ditolak.
Langkah ini diambil setelah seorang warga negara Afghanistan, mantan anggota pasukan yang didukung CIA, menembak dua tentara Garda Nasional di Washington pada 26 November, menewaskan satu orang.
