Pernyataan tersebut mengimbau kedua negara supaya segera menghentikan konflik dan melakukan perundingan, bersamaan dengan itu menegaskan dukungan terhadap Malaysia sebagai Ketua ASEAN 2025 dalam peranan mendorong dialog guna menghentikan baku tembak.
Ilustrasi (Foto: Ngoc Diep/VOV) |
Pernyataan tertanggal 27 Juli 2025 menyatakan kekhawatiran mendalam tentang situasi yang sedang berlangsung di daerah perbatasan antara Kamboja dan Thailand. Para Menlu ASEAN mengimbau kedua negara supaya duduk di meja perundingan untuk memulihkan perdamaian dan stabilitas; bersamaan dengan itu menangani konflik serta perbedaan melalui langkah damai, berdasarkan pada prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Piagam ASEAN.
Pada tgl 28 Juli sore, ketika menyampaikan pidato setelah negosiasi rekonsiliasi di Malaysia, Perdana Menteri Anwar Ibrahim memberitahukan bahwa Kamboja dan Thailand telah mencapai kesepakatan bersama tentang satu gencatan senjata segera dan tanpa syarat yang berlaku dari pukul 24.00 tgl 28 Juli tahun 2025.

