Event ini merupakan forum resmi untuk mencatat, menerima dan mengumpulkan pendapat anak-anak di seluruh negeri.

Kolonel Ha Van Bac , Wakil Kepala Direktorat A05, menerima pendapat dari anak-anak (Foto: P Lien/VGP)
Sebelumnya, dari 11 hingga 20 November, Direktorat tersebut telah berkoordinasi dengan Asosiasi Perlindungan Anak-Anak Vietnam, Liga Pemuda Komunis Ho Chi Minh serta berbagai organisasi internasional untuk melakukan konsultasi dengan 2.800 anak-anak di 16 provinsi dan kota. Sejumlah data yang dikumpul mencerminkan secara komprehensif pola penggunaan internet anak-anak dan berbagai bahaya yang terkait dengan keselamatan individu di lingkungan siber. Ini menjadi dasar penting bagi Kementerian Keamanan Publik untuk meneliti, memberikan masukan dan merekomendasikan berbagai tugas dan solusi kepada Perdana Menteri agar dimasukkan ke dalam Program periode 2026-2030, dengan dua target utama yaitu melindungi keselamatan anak-anak dan membantu anak-anak mengembangkan ketrampilan digital, menuju terbentuknya generasi warga negara digital yang tangguh.

Pada program tersebut, para pelajar dari berbagai provinsi dan kota yang mewakili 2.800 anak-anak yang dikonsultasikan telah menjalankan hak partisipasi anak-anak dalam penyusunan kebijakan yang terkait dengan anak-anak. Mereka menyampaikan harapan agar dapat menggunakan internet yang lebih aman, memperoleh ketrampilan melindungi diri di lingkungan digital, mendapat bimbingan membedakan informasi asli dan palsu, mengidentifikasi penipuan dan tautan berbahaya, dll. Mereka juga mengajukan pertanyaan tentang tanggung jawab perusahaan dalam melindungi anak-anak di dunia maya.