Presiden COP30 Andre Correa do Lago (Foto: Reuters)

Hampir 200 negara menandatangani kesepakatan sederhana pada Konferensi Para Pihak ke-30 Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perubahan Iklim (COP30) pada 22 November (waktu setempat), dengan banyak negara menerima persyaratan yang kurang mengikat terkait penghapusan bahan bakar fosil atas nama persatuan.

Isu-isu yang paling pelik dibahas dalam sebuah pakta yang disebut "mutirao" – motto KTT tersebut – yang berarti "upaya kolektif" dalam bahasa Tupi-Guarani.

Perjanjian tersebut mencakup inisiatif bagi negara-negara untuk bekerja sama secara sukarela guna mengurangi emisi karbon dan berupaya membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celsius di atas tingkat pra-industri. Pakta tersebut juga mencakup komitmen semua negara pada COP28 di Dubai untuk "bertransisi dari bahan bakar fosil" – tetapi frasa tersebut, yang telah menjadi sensitif secara politis, tidak tercantum dalam dokumen.

Konferensi tersebut tidak mengadopsi "peta jalan" untuk menghapus bahan bakar fosil.

Sebaliknya, Presiden COP30 Andre Correa do Lago mengusulkan peta jalan bagi negara-negara yang bersedia bergabung secara sukarela, dan rencana lain untuk menghentikan deforestasi.