Dalam surat protes tersebut, negara-negara dari Eropa, Amerika Latin, Asia, dan banyak negara pulau Pasifik menyatakan bahwa mereka tidak dapat menerima hasil COP yang tidak memuat peta jalan untuk transisi energi yang adil dan tertib. Menurut draf terbaru yang diperoleh media Barat, draf tersebut tidak mengungkapkan bahan bakar fosil, meskipun hal ini pernah menjadi prioritas yang berulang kali ditekankan oleh Presiden negara tuan rumah, Luiz Inácio Lula da Silva, sejak awal konferensi.

COP30 direncanakan berakhir pada Jumat malam (21 November) waktu setempat, namun kebakaran tiba-tiba terjadi di tempat sidang, sehingga sesi pembahasan pada 20 November harus berakhir lebih awal.