Menurut laporan WMO, suhu ekstrem dan gelombang panas di banyak tempat di dunia telah menewaskan sekitar 489.000 orang setiap tahun pada tahapan 2000-2019, di antaranya ada 36 persen kasus terjadi di Eropa dan 45 persen kasus terjadi di Asia.

Laporan WMO juga memberitahukan bahwa Eropa telah mengalami gelombang peningkatan panas, berpengaruh terhadap banyak negara, di antaranya Turki mencatat taraf suhu rekor baru yaitu 50,5 derajat celsius. Di Asia, suhu juga melampaui suhu rata-rata di banyak tempat. Pada pekan lalu, suhu telah melampaui 42 derajat celsius di kawasan Asia Barat dan Asia Selatan Tengah.

Di konteks itu, WMO sedang berupaya memperkuat sistem peringatan dini tentang suhu menurut inisiatif “Peringatan dini untuk semua”. Organisasi ini juga bekerja sama dengan para mitra global dan regional untuk membantu negara-negara membuat rencana aksi dalam melindungi kesehatan atas peningkatan suhu dan menjamin agar kelompok-kelompok penduduk mendapat peringatan secara tepat waktu.