Resolusi tersebut meminta Iran untuk segera memberitahukan situasi cadangan uranium yang diperkaya dan lokasi-lokasi nuklir yang dibom, serta menunjukkan bahwa Iran harus memberikan akses kepada IAEA untuk mendekati fasilitas nuklirnya.
Sebelumnya, Iran telah memperingatkan Amerika Serikat dan kelompok E3 (termasuk Inggris, Prancis, dan Jerman) tentang resolusi ini dan menekankan bahwa disahkannya resolusi ini akan berdampak negatif terhadap kerja sama negara tersebut dengan IAEA.
Iran belum mengizinkan para inspektur memasuki lokasi-lokasi nuklir yang dibom Israel dan Amerika Serikat pada Juni 2025. Sementara itu, IAEA mengatakan bahwa inventarisasi cadangan uranium Iran yang diperkaya, termasuk material yang hampir setara dengan bom, sudah “tertunda sejak lama” dan masalah ini perlu “segera” diselesaikan.
