Sekjen To Lam menghadiri upacara peringatan HUT ke-80 berdirinya instansi diplomatik. Foto: VOV

Pada upacara ini, Deputi Perdana Menteri, Menteri Luar Negeri (Menlu) Vietnam menekankan bahwa pada 80 tahun yang lalu, Presiden Ho Chi Minh telah membentuk Pemerintah Revolusioner Sementara dan langsung memegang jabatan sebagai Menlu pertama. Sejak itu, diplomasi Vietnam memiliki misi yang luhur untuk menjadi pasukan gabungan Revolusi Vietnam di front tanpa suara senapan, membela kemerdekaan, kedaulatan, dan menghubungkan rakyat Vietnam dengan dunia.

Sekjen To Lam. Foto: VOV

Ketika berbicara di depan upacara peringatan ini, Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Vietnam, To Lam meminta instansi diplomatik supaya fokus pada beberapa orientasi:

Mengembangkan identitas diplomatik Vietnam: Konsisten dalam prinsip, fleksibel dalam strategi, menjamin kepentingan negara dan bangsa setinggi-tingginya, meningkatkan posisi nasional seiring dengan memuliakan nilai perdamaian, menjunjung tinggi humanisme yang luhur, dan secara aktif memberikan kontribusi yang bertanggung jawab terhadap nilai-nilai bersama umat manusia dan komunitas internasional. Menjamin setinggi mungkin kepentingan nasional-bangsa berdasarkan prinsip-prinsip dasar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan hukum internasional. Mempertahankan kemerdekaan, kedaulatan, kesatuan dan keutuhan wilayah dan lingkungan yang damai dan stabil untuk mengembangkan tanah air. Berdasarkan Piagam PBB, hukum internasional, terutama Konvensi PBB tentang Hukum Laut tahun 1982 (UNCLOS), menangani secara layak semua masalah di laut dan di darat, di antaranya berupaya mendorong kerja sama dan dialog, mengusahakan kesamaan dengan para pihak yang terkait. Memperhebat diplomasi yang menyeluruh untuk mengabdi perkembangan, yang titik beratnya ialah diplomasi ekonomi dan diplomasi teknologi.

Sekjen To Lam memberikan Bintang Kerja Kelas Pertama kepada instansi diplomatik. Foto: VOV