Pembangkit listrik tenaga surya di Konya, Turki. (Foto: Xinhua/VNA)

Menurut laporan terbaru, IEA memprakirakan kapasitas energi terbarukan global hanya akan meningkat sekitar 4.600 GW, setara dengan 2,6 kali lipat dari tingkat tahun 2022, yang secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan prakiraan sebelumnya sebesar 5.500 GW. Penyebab utama perlambatan berasal dari perubahan kebijakan, ketentuan, dan pasar sejak Oktober 2024.

IEA menekankan bahwa energi terbarukan membantu banyak negara mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar, memperkuat ketahanan energi, sekaligus mengimbau negara-negara untuk berinvestasi dalam peningkatan jaringan listrik guna beradaptasi dengan karakteristik sumber energi terbarukan yang bersifat tidak stabil dan tidak kontinyu.