Wakil PM Tran Hong Ha. Foto: VGP |
Pada sidang tersebut, Wakil PM Tran Hong Ha menekankan bahwa badai Koto saat ini berkembang secara kompleks dan sulit diprakirakan. Oleh karena itu, ia meminta:
Semua daerah di wilayah pegunungan yang rawan longsor harus mempertahankan skenario respons risiko bencana alam. Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup harus meminta semua daerah untuk melaporkan penyusunan peta jalan prakiraan banjir, peta jalan tanah longsor, banjir bandang, dan bencana geologi.
Juga pada sidang tersebut, pimpinan Provinsi Khanh Hoa, Dak Lak, Gia Lai dan Lam Dong memberitahukan bahwa sekarang ini, semua provinsi tersebut sedang memusatkan seluruh kekuatan untuk mengatasi dampak hujan dan banjir; memprioritaskan bantuan, menyediakan akomodasi sementara bagi warga, memperbaiki infrastruktur, mencegah edan menanggulangi wabah, membersihkan lingkungan, dan memastikan warga tidak kelaparan atau kedinginan.

