Grossi memberitahukan bahwa saat ini IAEA hanya dapat melakukan inspeksi di berbagai fasilitas nuklir yang tidak terpengaruh oleh ketegangan sebelumnya. Menurutnya, fasilitas tersebut termasuk dalam daftar yang telah disepakati inspeksi sebelumnya.

Sementara itu Iran hingga kini belum mengizinkan para inspektur IAEA mengakses lokasi-lokasi nuklir yang menjadi sasaran serangan udara Israel dan Amerika Serikat pada Juni lalu, termasuk tiga fasilitas pengayaan uranium yang sedang beraktivitas. Menyusul meningkatnya ketegangan tersebut, Iran mempersempit kerja sama dengan IAEA dan memberlakukan ketentuan baru yang mengharuskan setiap rekomendasi IAEA terkait inspkesi komprehensif di masa mendatang memperoleh persetujuan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.