Warga Palestina mengungsi untuk menghindari konflik di Gaza.(Foto:Xinhua/VN) |
Jika mengambil tindakan tersebut, Inggris akan menjadi kekuatan Barat yang kedua di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang melakukan hal ini setelah Prancis pada minggu lalu, pada latar belakang serangan-serangan, pengepungan dan blokade Israel di Gaza yang telah menyebabkan wilayah tersebut menghadapi bencana kemanusiaan yang buruk dan jumlah korban jiwa Palestina di sana telah meningkat lebih dari 60.000 orang.
Pernyataan PM Keir Starmer tersebut dikeluarkan setelah sidang kabinet yang berlangsung pada hari yang sama, untuk membahas rencana perdamaian baru yang sedang disusun bersama para pemimpin Eropa lainnya serta cara memperkuat bantuan kemanusiaan bagi rakyat Gaza.
Kementerian Luar Negeri Israel telah menentang langkah ini, dengan menyatakan bahwa rencana Inggris untuk mengakui negara Palestina adalah sebuah “hadiah bagi Hamas” dan akan merugikan upaya-upaya untuk mencapai gencatan senjata di Gaza.

