Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Foto: REUTERS

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi mengonfirmasikan di medsos X bahwa perundingan tersebut akan berlangsung pada pukul 10.00 tgl 6 Februari (waktu setempat). Seorang pejabat Gedung Putih juga mengonfirmasi kepada media AS bahwa Washington menyetujui dan akan berpartisipasi pada perundingan-perundingan di Oman menggantikan rencana awal di Istanbul (Turki).

Dari segi isi, prinsip antara kedua belah pihak masih sangat berbeda. Seorang pejabat senior Iran mengungkapkan bahwa perundingan tersebut “hanya berfokus pada program nuklir”. Ia menekankan bahwa isu rudal dan aktivitas regional Teheran “tidak termasuk dalam meja perundingan.”

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio menyatakan bahwa dialog yang “bermakna” harus mencakup program rudal balistik, dukungan Iran bagi pasukan-pasukan proksi di kawasan, dan situasi hak asasi manusia di negara itu.