Secara rinci, hasil penghitungan suara menunjukkan bahwa Min Aung Hlaing memperoleh setidaknya 293 suara dukungan dari total 584 suara, melampaui ambang mayoritas yang diperlukan.

Sebelumnya, pada 31 Maret, para anggota parlemen dari Majelis Rendah (Pyithu Hluttaw) dan Majelis Tinggi (Amyotha Hluttaw) telah memilih Min Aung Hlaing dan Nan Ni Ni Aye sebagai Wakil Presiden, sehingga membuka jalan bagi Min Aung Hlaing untuk terus memegang kekuasaan di bawah status sipil.

Min Aung Hlaing sebelumnya menjabat sebagai Jenderal Senior. Ia telah memimpin Myanmar sejak pemerintahan Aung San Suu Kyi digulingkan pada tahun 2021. Menurut Konstitusi Myanmar, Min Aung Hlaing harus melepaskan jabatan militernya jika terpilih menjadi presiden.