Menurut berbagai sumber informasi, permukiman-permukiman baru ini akan berlokasi di berbagai wilayah di Tepi Barat, termasuk di antaranya wilayah-wilayah yang pernah dilaksanakan rencana “penarikan” pada 2005. Langkah ini dilakukan saat masalah permukiman dan status Tepi Barat masih menjadi isu yang kontroversial dalam proses perdamaian Timur Tengah.

Para pengamat menyatakan bahwa perluasan berbagai permukiman berdampak langsung pada situasi di lapangan dan proses negosiasi di masa depan. Hal ini dikarenakan Israel harus mempertimbangkan tuntutan keamanan, politik dan garis politik luar negeri di wilayah yang terus mengalami gejolak tersebut.