Bermula dari sengketa perbatasan yang lama, ketegangan antara kedua negara telah meledak menjadi baku tembak sengit sejak tanggal 24 Juli, yang mendorong Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan darurat mengenai krisis tersebut pada tanggal 25 Juli.

Wilayah Kamboja difoto dari pos pengontrolan perbatasan Ban Pakkad di Distrik Khlong Yai, Provinsi Chanthaburi, Thailand, tanggal 16 Juni 2025. (Foto : Xinhua/VNA)

Setelah rapat tertutup Dewan Keamanan PBB yang dihadiri oleh wakil dari Kamboja dan Thailand, Dubes Chhea Keo menegaskan bahwa Kamboja meminta supaya melakukan gencatan senjata segera dan tanpa syarat, sekaligus mengimbau penanganan sengketa secara damai.

Pada pihaknya, ketika berbicara sebelum rapat tertutup, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Nikorndej Balankura, mengatakan bahwa hingga sore hari tanggal 25 Juli, situasi mulai mereda, bersamaan dengan itu menyatakan bahwa Thailand siap untuk melakukan perundingan apabila Kamboja ingin menyelesaikan masalah ini melalui kanal diplomatik bilateral atau melalui perantara Malaysia.