Juru bicara Kemlu Rusia, Maria Zakharova memberitahukan bahwa pernyataan Giuseppe tersebut tidak pantas dan bisa mempengaruhi upaya penyelesaian konflik di Ukraina. Kemlu Rusia juga menolak tuduhan bahwa Rusia sedang memperkuat deterensi nuklir, dan menegaskan bahwa negara ini tetap memantau secara ketat aktivitas militer NATO dan Uni Eropa di dekat perbatasannya.

Dalam perkembangan terkait, pada konferensi pers bersama dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky di Paris, pada Senin (1 Desember), Presiden Prancis, Emmanuel Macron memberitahukan bahwa saat ini belum ada rencana lengkap terkait isu teritorial. Mengenai aset yang diblokir, jaminan keamanan, proses bergabung dengan Uni Eropa, dan sanksi Eropa hanya dapat diselesaikan jika negara-negara Eropa hadir di meja perundingan. Sementara itu, Presiden Ukraina, Zelensky berharap dapat berdiskusi dengan Presiden AS, Donald Trump tentang “isu-isu kunci” dalam konteks upaya mengakhiri perang dengan Rusia sedang didorong secara intensif.

Menurut rencana, pada Selasa (2 Desember), Utusan Khusus AS, Steve Witkoff akan bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin di Moskow.