Dalam perbincangan di sana, Ketua Majelis Nasional menyoroti berbagai pencapaian menonjol dalam perkembangan sosial-ekonomi negara dalam beberapa waktu terakhir dan menegaskan:

Proses pembaruan (Đổi mới) selama 40 tahun terakhir telah membawa banyak pencapaian yang sangat penting bagi negara, berkat kontribusi seluruh Partai, tentara, dan rakyat, termasuk berbagai agama, khususnya Gereja Katolik di Vietnam. Komunitas Katolik Vietnam telah memberikan kontribusi yang sangat baik dalam berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, perlindungan lingkungan, keamanan dan ketertiban, serta pencegahan berbagai masalah sosial di tingkat lokal. Khususnya dalam pemilihan umum terakhir, lebih dari 7,8 juta umat Katolik di seluruh negeri berpartisipasi secara aktif dalam pemungutan suara. Dari jumlah tersebut, dua imam terpilih sebagai anggota Majelis Nasional dan 12 imam terpilih sebagai anggota Dewan Rakyat tingkat provinsi.

Ketua Majelis Nasional juga menyampaikan kegembiraannya karena hubungan Vietnam–Vatikan telah resmi ditingkatkan menjadi tingkat perwakilan tetap, dan Vatikan telah menunjuk seorang Uskup Agung sebagai wakilnya di Vietnam sejak Desember 2023. Ia juga menginformasikan bahwa para pemimpin Vietnam telah mengirim undangan kepada Paus Leo untuk melakukan kunjungan resmi ke Vietnam. Hal ini merupakan itikad baik dari pihak Vietnam sekaligus menjadi harapan Gereja Katolik Vietnam.

Ketua Majelis Nasional Tran Thanh Man juga menyatakan bahwa pada sidang pertama Majelis Nasional angkatan -XVI (yang dibuka besok pagi), Majelis Nasional akan memberikan pendapat terhadap Rancangan Undang-Undang tentang Kepercayaan dan Agama (revisi). Salah satu tujuan utama dari revisi ini adalah menciptakan kondisi yang lebih kondusif bagi kegiatan keagamaan sesuai dengan hukum Vietnam, sekaligus memaksimalkan nilai-nilai budaya dan sumber daya agama dalam pembangunan dan pengembangan negara.

Sementara itu, Uskup Agung Keuskupan Agung Hanoi Giuse Vu Van Thien, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Konferensi Waligereja Vietnam, menegaskan bahwa umat Katolik tetap mengikuti orientasi yang ditetapkan Konferensi Waligereja Vietnam sejak tahun 1980, yaitu hidup menurut Injil di tengah bangsa; serta mengikuti ajaran Paus untuk menjadi umat Katolik yang baik sekaligus warga negara yang baik. Pada kesempatan ini, Uskup Agung Giuse Vu Van Thien juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah di berbagai tingkat di Kota Hanoi yang selalu menciptakan kondisi yang kondusif bagi Keuskupan Agung Hanoi untuk beraktivitas sesuai dengan tujuan dan misinya, sekaligus menegaskan komitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan negara.