Permintaan tersebut disampaikan pada Sabtu (4 April), di kantor Pemerintah di Kota Hanoi, saat PM Pham Minh Chinh menerima Duta Besar Kuwait untuk Vietnam, Yousef Ashour Al-Sabbagh, untuk membahas langkah-langkah mendorong hubungan Kemitraan Strategis.

Menghadapi perkembangan yang kompleks di Timur Tengah, PM Pham Minh Chinh menegaskan pendirian konsisten Vietnam adalah sengketa harus diselesaikan dengan cara damai, melalui dialog berdasarkan hukum internasional, serta menyatakan harapan agar perdamaian segera dipulihkan di kawasan tersebut.

Di bidang ekonomi, PM Pham Minh Chinh meminta kedua pihak supaya mempercepat proses perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) antara Vietnam dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), serta memperkuat konektivitas antara dunia usaha kedua negara.

Sementara itu, Duta Besar Kuwait menyatakan bahwa Kuwait telah, sedang, dan akan terus bekerja sama erat dengan Vietnam untuk menjamin keamanan energi, sekaligus menegaskan bahwa Pemerintah Kuwait tengah berupaya memberikan dukungan yang diperlukan bagi warga Kuwait dan warga asing yang tinggal di Kuwait, termasuk warga negara Vietnam.

Duta Besar juga berkomitmen untuk secara aktif menjadi jembatan dalam mendorong grup-grup energi dan dana investasi Kuwait meningkatkan kehadiran mereka di Vietnam, sehingga berkontribusi dalam mengembangkan hubungan Kemitraan Strategis antara kedua negara menjadi semakin substantif, efektif, dan tepercaya.