Event yang berlangsung selama 5 hari ini akan mempertemukan sekitar 150 pakar dan pasukan khusus dari hampir 20 negara, termasuk AS, Australia, Kanada, dan Filipina. Ini merupakan pertama kalinya dua inisiatif besar yaitu “Forum Akademik Anti-Terorisme Internasional” tahunan Republik Korea dan program “Lokakarya Pasukan Khusus Tingkat Tinggi Multilateral (SLS)” dari AS digabungkan, menunjukkan meningkatnya prioritas terhadap kerja sama multilateral dalam menghadapi ancaman keamanan baru.
Konferensi tersebut berfokus pada pembahasan langkah-langkah respons bersama terhadap bentuk-bentuk terorisme baru dengan memanfaatkan Kecerdasan Buatan (AI); berkonsentrasi pada simulasi skenario dunia nyata seperti penyelundupan bahan radioaktif dan nuklir, pengoperasian sistem deteksi keamanan nuklir, dan peningkatan koordinasi serta interaksi antarpemerintah.
Vietnamese
中文
日本語
한국어
Français
Русский
Deutsch
Español
Bahasa Indonesia
ไทย
ພາສາລາວ
ខ្មែរ
