Kantor PM Israel memberitahukan bahwa badan-badan militer sedang melaksanakan investigasi secara terinci terhadap insiden yang mengerikan tersebut.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres telah mengutuk keras serangan udara tersebut dan mengimbau investigasi secara subyektif dan tepat waktu. Presiden Amerika Seirkat (AS), Donald Trump ketika ditanya tentang serangan tersebut telah menyatakan tidak “puas” dan “tidak mau melihat terjadinya kasus tersebut” serta menekankan bahwa “kita harus menghapuskan “mimpi buruk”. Presiden Prancis, Emamanuel Macron menyebut serangan udara Israel ini sebagai “tindakan yang tidak bisa dimaafkan”. Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris, David Lammy meminta satu gencatan senjata dengan segera.
Terkait dengan situasi Timur Tengah, dalam pernyataan kepada beberapa sumber informasi Barat setelah diskusi dengan Presiden sementara Suriah, Ahmed Sharaa di Damaskus, Ibukota Suriah pada Senin sore (25 Agustus), Utusan Khusus AS urusan Suriah, Thomas Barrack memberitahukan bahwa negosiasi-negosiasi antara Israel dan Suriah tentang satu kesepakatan menjamin keamanan belum dilaksanakan secara serius dan berikhtikad baik. Tetapi kedua negara belum menyepakati dan menandatangani kesepakatan pada akhir bulan September tahun ini seperti disampaikan beberapa berita hoax.
