Regu protokol melakukan protokol pengibaran bendera. (Foto: VOV) |
Pada tahun ini, upacara peringatan dilaksanakan dengan tema: “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, yang memanifestasikan semangat kebanggaan nasional, penghormatan kepada para pendahulu yang telah berkorban demi kemerdekaan, sekaligus menegaskan aspirasi untuk membangun negara yang maju dan sejahtera. Dalam wawancara dengan wartawan Radio Suara Vietnam, Duta Besar Indonesia, Denny Abdi menyampaikan:
“Persatuan adalah salah satu sila dari pancasila dan selalu dikedepankan oleh para pemimpin Indonesia supaya kita jaga. Ada pepatah di Indonesia, namanya bersatu kita teguh, bercerai kita buntu, jadi kita bersatu, semuanya kita kerjakan, hal yang sulit bisa kita kerjakan lebih baik. Maka kata-kata bersatu itu diletakkan sebagai awal dalam tema kemerdekaan Indonesia tahun ini. Kata berdaulat menunjukan bahwa kita melindungi segenap tumpah darah Indonesia baik tanah maupun air. Jadi berdaulat ini juga melambangkan semangat untuk membangun kekuatan supaya kita sebagai bangsa yang besar harus memiliki kemampuan untuk menjaga keutuhan Indonesia. Rakyat sejahtera inikan cita-cita semua bangsa. Sama seperti Vietnam, kita sudah bertekad tahun 2045 kita ingin menjadi negara maju. Negara maju itu artinya pendapatan per kapitanya sudah besar, sudah tinggi. Pendapatan per kapita tinggi itu, negara maju itu terjemahnya adalah rakyat sejahtera. Jadi rakyat sejahtera itu mengandung prinsip juta keadilan sosial. Jadi sejahtera itu bukan hanya beberapa orang kaya saja, tetapi juga semua rakyat, jadi Indonesia maju”.
Upacara bendera sehubungan dengan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung dengan khidmat. (Foto: VOV) |
Merasa terharu dan bangga dapat menghadiri upacara pengibaran bendera di Kota Hanoi, serta bertemu dan bersilaturahmi dengan komunitas diaspora Indonesia pada hari yang bermakna ini, Bapak Ramon dan Ibu Sumiyati, dua warga negara Indonesia yang tinggal di Hanoi, berbagi cerita:
“Saya untuk pertama kali menghadiri upacara ini di Kota Hanoi. Saya sangat bangga, gembira dan saya merasa bersyukur hadiri bersama dengan masyarakat Indonesia di Hanoi”.
“Hari ini kita memperingati HUT ke80 Hari Kemerdekaan Indonesia. Pada tahun ini, bangsa Indonesia terus tumbuh, masyarakatnya kaya, sejahtera sesuai dengan program-progam pemerintah”.
Segera setelah upacara pengibaran bendera, para peserta bersama-sama menyaksikan siaran langsung peringatan dari Istana Merdeka, Jakarta, melalui televisi, dan menghadiri upacara pemotongan nasi Tumpeng – simbol tradisional yang biasa hadir dalam berbagai perayaan penting masyarakat Indonesia.


