Panorama upacara peringatan tersebut. Foto: VOV

Pada upacara tersebut, PM Pham Minh Chinh memuji berbagai pencapaian Komite Perbatasan Nasional selama 50 tahun terakhir, yang telah memberikan kontribusi penting dalam melindungi kedaulatan suci Tanah Air secara teguh dan memperkokoh hubungan persahabatan dengan negara-negara tetangga. PM menekankan bahwa perbatasan nasional merupakan simbol sakral, yang menandai ruang hidup bangsa; oleh karena itu, Komite tersebut perlu merapati arahan Partai untuk mencapai target tertinggi yaitu melindungi kemerdekaan, kesatuan dan keutuhan wilayah.

PM Pham Minh Chinh. Foto: VOV

Mengenai tugas pada waktu mendatang, PM Pham Minh Chinh meminta Komite Perbatasan Nasional untuk melaksanakan pedoman tiga “kiên”. Pertama, “kiên quyết” (gigih) dan fleksibel dalam perjuangan untuk melindungi kemerdekaan, kedaulatan, kesatuan dan keutuhan wilayah. Kedua, “kiên định” (konsisten) dalam menerapkan faktor-faktor hukum dan teknis, menjadikan konvensi serta kesepakatan bilateral tentang perbatasan, hukum internasional, khususnya Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) tahun 1982, sebagai instrumen penting untuk melindungi kepentingan nasional. Ketiga, “kiên trì” (tekun) dalam kerja sama dan dialog untuk menyelesaikan perselisihan, mencari solusi yang mendasar dan berjangka panjang, serta mempertahankan lingkungan yang damai dan stabil untuk mengembangkan tanah air.