Tentara berpatroli di jalan utama di Bissau, Guinea Bissau. (Foto: REUTERS) |
Tindakan perebutan kekuasaan oleh kelompok perwira militer Guinea Bissau terjadi hanya tiga hari setelah negara Afrika Barat tersebut mengadakan pemilihan umum untuk memilih Presiden Republik dan anggota Parlemen. Pada 25 November, Presiden sekarang Embalo dan lawan utamanya pemimpin pasukan oposisi, Fernando Dias da Costa, sama-sama mengklaim kemenangan dalam pemilihan umum, meskipun hasil perhitungan suara resmi belum diumumkan.
Beberapa sumber regional dan internasional telah mengonfirmasi bahwa Presiden Umaro Sissoco Embalo saat ini ditahan oleh pihak militer yang melakukan kudeta, tetapi tidak mengalami kekerasan atau pelecehan fisik apa pun. Namun, nasib kandidat oposisi Dias da Costa belum disebutkan.

