Presiden Luong Cuong membacakan pidato politik. Foto: VOV |
Dalam pidatonya, Presiden Luong Cuong menegaskan bahwa dalam kebijakan politik luar negeri, Vietnam menghargai dan ingin mendorong kerja sama yang komprehensif dengan kawasan Afrika, khususnya dengan Angola. Vietnam ingin menjadikan hubungan Vietnam-Angola sebagai model kerja sama Selatan-Selatan. Presiden Luong Cuong telah merekomendasi berbagai orientasi bagi kerja sama antara Vietnam dan negara-negara Afrika pada waktu mendatang.
Memperkuat hubungan kerja sama ekonomi, perdagangan dan investasi yang selaras dengan hubungan politik yang baik serta potensi dan keunggulan masing-masing negara. Baik Vietnam maupun Angola merupakan perekonomian-perekonomian yang berkembang secara dinamis di kedua kawasan. Banyak badan usaha Vietnam di bidang-bidang seperti telekomunikasi, pertanian, migas, pertambangan telah hadir dan beraktivitas secara efektif di sejumlah negara Afrika. Saya sepenuhnya yakin bahwa jika kita memperkuat berbagai kegiatan promosi perdagangan dan koneksi perdagangan, peningkatan nilai perdagangan bilateral sebesar 1 miliar USD pada waktu mendatang sepenuhnya dapat diwujudkan. Selain itu, kedua negara juga perlu memperkuat silaturahmi rakyat untuk menciptakan fondasi yang berkelanjutan bagi hubungan kedua negara.
Presiden Luong Cuong. Foto: VOV |
Presiden Luong Cuong menginginkan agar Angola mendukung Vietnam memperkuat hubungan yang substansial dengan Uni Afrika di bidang-bidang prioritas dalam Agenda pelaksanaan visi tahun 2063 dari Uni Afrika seperti: keamanan, perdamaian, pertanian, pendidikan, kesehatan dan transformasi digital. Sementara itu, Vietnam siap membantu Angola dan organisasi-organisasi regional Afrika mendorong hubungan dengan ASEAN bersama negara-negara anggota.
Setelah pidato politiknya, Presiden Luong Cuong melakukan pertemuan dengan Ketua Parlemen Angola, Carolina Cerqueira.


