Dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Jumat (5 Desember), Menteri Luar Negeri (Menlu) dari delapan negara Arab dan Muslim, termasuk Mesir, Qatar, Turki, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Indonesia dan Pakistan, menyatakan keprihatinan atas pengumuman Israel untuk membuka kembali satu arah koridor perbatasan Rafah di Jalur Gaza Selatan. Mereka menganggap bahwa tujuan tindakan itu adalah untuk mengusir warga Palestina dari Jalur Gaza.
Pernyataan delapan Menlu tersebut dirilis dua hari setelah Israel mengumumkan akan segera membuka kembali satu arah koridor perbatasan Rafah, agar warga Palestina bisa memasuki wilayah Mesir. Namun, pada 4 Desember, Mesir membantah informasi bahwa negara ini berkoordinasi dengan Israel dalam pengoperasian kembali koridor perbatasan Rafah.
