Ia menekankan bahwa semua rekomenasi Amerika Serikat (AS) mengenai Ukraina saat ini bisa menajadi dasar bagi pembentukan solusi. Ia juga menekankan bersedia memberikan bantuan yang terkait dengan Ukraina dan menciptakan fondasi bagi negosiasi di Istanbul. Presiden Turki, Recep Tayip Erdogan menekankan bahwa ia bersedia memberikan bantuan terkait Ukraina dan berperan dalam membangun dasar perundingan di Istanbul.

Pada hari yang sama, di satu konferensi di Swedia, Ketua Parlemen Ukraina, Ruslan Stefanchuk mengajukan sejumlah “garis merah” Kiev dalam proses pembentukan perdamaian.

Dari Eropa, para pemimpin dan pejabat Uni Eropa menyambut kemajuan hasil pertemuan AS-Ukraina di Jenewa pada akhir pekan lalu. Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis, Jean-Noel Barrot mendiskrepsikan sejumlah pembahasan sebagai “yang kontruktif dan bermanfaat”. Pemimpin Komisi Eropa (EC) dan Dewan Eropa juga menekankan “motor penggerak baru” dan “dasar mantap untuk terus maju”, meskipun masih ada banyak masalah yang belum terselesaikan. Di Angola, di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Uni Eropa-Uni Afrika, Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa menyambut baik "kemajuan signifikan" di Jenewa; bersamaan itu menegaskan bahwa Uni Eropa akan terus memberikan bantuan komprehensif kepada Ukraina, di antaranya bantuan militer, keuangan dan diplomatik.

Sementara itu, Kantor Berita “Bloomberg News”, pada 24 November memberitakan bahwa AS kini mempertimbangkan peyelenggaraan negosiasi trilateral dengan wakil Eropa dan Kiev sebagai sebagian dalam proses penanganan masalah Ukraina. Sebelumnya, CBS melaporkan bahwa Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky kemungkinan besar akan tiba di Washington pada minggu depan untuk bertemu dengan Presiden AS, Donald Trump guna menyepakati rencana penanganan konflik di negara Eropa Timur tersebut.