Pasukan keamanan Suriah dikerahkan di kota Sweida. Foto: Xinhua/VNA

Dalam pernyataannya, Pemerintah Suriah memberitahukan, gencaran senjata tersebut bermaksud mempertahankan kesatuan nasional dan menjamin keselamatan warga sipil dalam "situasi kritis". Menekankan bahwa ini merupakan kewajiban nasional dan kemanusiaan, pemerintah mengimbau semua pihak untuk menghentikan konflik dan menjamin pemberian bantuan kemanusiaan yang aman.

Tanpa memedulikan gencatan senjata menyeluruh yang baru saja diumumkan, konflik merebak kembali di bagian Barat Provinsi Sweida, Suriah, pada Sabtu (19 Juli) dengan banyak baku tembak sengit setelah waktu singkat hening. Badan Pengawas Hak Asasi Manusia Suriah memberitahukan, gencatan senjata yang rapuh ini telah dirusakkan oleh konflik-konflik baru antara kelompok-kelompok bersenjata Druze dan para militan suku Badui.