Menurut Komite Pemilihan Hungaria, dengan sebagian besar suara yang telah dihitung, Partai oposisi Tisza memimpin pemungutan suara dengan perolehan lebih dari 53% suara, jauh melampaui Partai Fidesz pimpinan PM Orban yang berada di posisi kedua dengan perolehan suara sekitar lebih dari 38%. Pada malam sebelumnya, Peter Magyar, pemimpin Partai Tisza, mengumumkan di laman pribadinya bahwa PM Viktor Orban telah menelepon untuk mengucapkan selamat atas hasil tersebut.

Sebagai anggota Uni Eropa, pemerintah di bawah pimpinan PM Viktor Orban telah berulang kali menentang keputusan blok tersebut terkait sanksi terhadap Rusia dan menghambat sejumlah bantuan Uni Eropa untuk Ukraina sejak meledaknya konflik Rusia - Ukraina.

Kekalahan PM Viktor Orban, seorang pemimpin mengikuti populisme dan PM yang menjabat paling lama di Hungaria, menandai perubahan besar dalam panorama politik Eropa.