Para utusan simposium mengambil foto. Foto: VOV

Pameran foto dengan tema "25 Tahun Integrasi" telah merekonstruksikan tonggak-tonggak penting sejak IAI diawali pada Konferensi Tingkat Tinggi Informal ASEAN ke-4 pada tahun 2000, dengan total 862 proyek senilai lebih dari 170 juta USD. Dubes Ton Thi Ngoc Huong menegaskan bahwa peringatan HUT ke-25 IAI merupakan kesempatan untuk menegaskan kembali tekad dalam memperkuat kerja sama, mempersempit kesenjangan pembangunan, menuju ke pembangunan satu Komunitas ASEAN yang kohesif, inklusif, dan mandiri bagi semua negara anggota.

Para utusan mengunjungi pameran foto. Foto: VOV

Pada simposium tersebut, para utusan telah membahas cara pendekatan ASEAN terhadap IAI pasca tahun 2025; menekankan pentingnya menghubungkan IAI dengan Visi Komunitas ASEAN 2045. Bidang-bidang prioritas yang diungkapkan oleh negara-negara ASEAN meliputi: transformasi digital, peningkatan kapasitas, pengembangan infrastruktur, respons terhadap tantangan baru, pendorongan kerja sama sub-regional, mekanisme keuangan kreatif, dan penguatan ketahanan iklim.

Disahkan oleh para pemimpin ASEAN pada tahun 2000, IAI merupakan mekanisme kerja sama yang amat penting untuk mempersempit kesenjangan pembangunan di ASEAN dan meningkatkan daya saing seluruh kawasan. IAI membantu negara-negara yang baru berintegrasi secara penuh pada Komunitas ASEAN, yaitu Kamboja, Laos, Myanmar, Vietnam, dan Timor Leste – negara yang telah diakui sebagai negara penerima manfaat IAI pada tahun lalu.