Acara kesenian yang khas dalam program tersebut. Foto: VOV |
Program ini menekankan lima faktor inti dari kebaktian dalam kehidupan modern, sekaligus memuji semangat membela kedaulatan bangsa yang suci dan tidak terjamahkan di masa kini dan masa depan; turut menyebarluaskan nilai kebaktian di kalangan masyarakat. Ketika berbicara di depan event tersebut, Upadhaya Thich Gia Quang, Wakil Ketua Dewan Pengurus Besar Sangha Buddha Vietnam, menunjukkan bahwa bahwa Ulambana tidak hanya merupakan musim bakti kepada keluarga saja, tetapi juga merupakan musim untuk bersyukur kepada orang-orang yang telah gugur demi Tanah Air.
Ada banyak orang yang telah berkorban untuk membela tanah air. Dari satu kegiatan tahunan, program ‘Ulambana-Kebaktian dan Bangsa” telah menjadi perjalanan untuk menyebarluaskan tradisi “minum air harus ingat pada sumbernya”.
Upadhaya Thich Gia Quang, Wakil Ketua Dewan Pengurus Besar Sangha Buddha Vietnam. Foto; VOV |
Sebelumnya, telah diselenggarakan banyak kegiatan dalam rangkaian program musim Ulambana tahun ini, seperti: Perjalanan balas budi - Membakar dupa di Makam Martir Truong Son, Provinsi Quang Tri; Perjalanan pemberian buku dan perlengkapan sekolah kepada anak-anak di daerah pegunungan Tay Bac (Barat Laut); penyelenggaraan kontes tulis dan lukis secara daring "Menyalakan kebaktian - Mencerahkan jiwa bangsa" untuk membangkitkan rasa cinta tanah air di hati generasi muda.


