Kebakaran yang terjadi di area pameran memaksa ribuan delegasi harus mengungsi. Insiden ini menyebabkan Konferensi tidak dapat memenuhi tenggat waktu yang ditetapkan, yaitu tanggal 20 November, untuk bisa mencapai kemajuan mengenai peningkatan pendanaan iklim serta membuat peta jalan untuk secara bertahap mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Menurut rencana, putaran-putaran perundingan baru dapat dilanjutkan pada pagi hari tanggal 21 November, waktu setempat.
Selain kehilangan tenggat waktu untuk mencapai kesepakatan, Konferensi juga terus menghadapi dua perbedaan besar: masa depan bahan fosil dan komitmen-komitmen keuangan bagi negara-negara rentan. Banyak negara, sesuai usulan Brasil, ingin adanya peta jalan jelas mengenai transisi energi, sementara beberapa negara penghasil minyak dan gas menolaknya. Negara-negara berkembang juga tidak sepenuhnya percaya pada komitmen pendanaan sebesar 300 miliar USD untuk proses ini (yang disampaikan pada COP29), terutama dalam konteks AS telah mempersempit kerja sama iklim pada masa kepemimpinan Presiden Donald Trump.
