PM Pham Minh Chinh memimpin sidang tersebut. Foto: VGP

Pada sidang tersebut, PM Pham Minh Chinh menyampaikan keprihatinannya kepada pemerintah dan rakyat di daerah-daerah yang terdampak parah bencana alam. Ia menekankan bahwa saat ini, penyelamatan dan perlindungan jiwa, serta kesehatan rakyat merupakan tugas terpenting. Ia meminta:

Segera memberikan bantuan pangan dan makanan kepada rakyat. Melanjutkan produksi makanan kering dan mencari semua cara untuk menyalurkannya ke 4 provinsi yang terdampak bencana. Menggunakan helikopter dan UAV untuk segera mengangkut pangan kepada kawasan yang terisolasi. Segera memberikan akomodasi kepada warga.

PM Pham Minh Chinh juga meminta agar seiring dengan upaya mengatasi dampak bencana alam, dilakukan upaya giat untuk memulihkan produksi, bisnis, lapangan kerja, dan mata pencaharian masyarakat; memberlakukan kebijakan untuk memberikan bantuan keuangan dan kredit bagi masyarakat dan pelaku usaha di masa sulit. Ia terus menyerukan semangat saling membantu dari warga seluruh negeri di semua bidang.

Hingga pukul 06.30 pagi 21 November, ada 52 orang meninggal dunia dan hilang; 168 rumah rusak; lebih dari 68.000 rumah terendam banjir. Provinsi Khanh Hoa, Gia Lai, dan Dak Lak merupakan wilayah yang terendam banjir dalam skala luas. Di sektor pertanian, lebih dari 13.000 hektar lahan padi, palawija, dan sayuran rusak; lebih dari 30.730 ternak dan unggas mati atau tersapu. Di sektor perhubungan, saat ini masih terdapat 30 lokasi di jalan raya nasional yang terendam banjir sebagian, sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas.