PM Vietnam, Pham Minh Chinh melakukan pembicaraan telepon dengan PM Kamboja, Hun Manet. (Foto: Duong Giang/VNA) |
Kedua pihak menyepakati arah-arah utama untuk memperdalam kerja sama antara dua negara pada waktu mendatang, terutama di bidang-bidang konektivitas, perdagangan dan investasi; berupaya membawa nilai perdagangan bilateral cepat mencapai target 20 miliar USD; meningkatkan konektivitas antardaerah, bersamaan dengan itu mengembangkan ekonomi koridor, memfasilitasi perdagangan, investasi lintas batas… dan lain-lain. PM Pham Minh Chinh meminta Kamboja supaya terus memberikan perhatian dan menciptakan kondisi yang kondusif bagi orang-orang keturunan Vietnam yang memenuhi syarat untuk memperoleh kewarganegaraan, serta membantu mereka menstabilkan kehidupan, berintegrasi, dan memberikan kontribusi yang positif pada masyarakat Kamboja; sekaligus menciptakan kondisi yang kondusif bagi badan-badan usaha Vietnam untuk menjalankan bisnis secara stabil dan memperluas investasi di Kamboja.
Terkait situasi internasional dan regional, PM Pham Minh Chinh menegaskan bahwa Vietnam mendukung semua upaya menyelesaikan sengketa secara damai sesuai dengan hukum dan kebiasaan internasional. Beliau menekankan bahwa Vietnam akan terus bekerja sama dengan negara-negara anggota ASEAN untuk mendorong pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata antara Kamboja dan Thailand pada tanggal 28 Juli, guna mengembangkan sentralitas ASEAN demi perdamaian, kerja sama, dan pembangunan di kawasan.

