PM Pham Minh Chinh berbicara pada konferensi tersebut (Foto: Lai Hoa/VOV)

Dalam pidatonya pada konferensi tersebut, PM Pham Minh Chinh meminta supaya mempercepat penanganan dampak akibat bom dan ranjau, menyukseskan target hingga tahun 2045 untuk pada dasarnya menyelesaikan pembersihan seluruh area tanah yang tercemar oleh bom dan ranjau hingga kedalaman 0,5 meter. Ia juga menekankan perlunya mendorong penelitian dan penerapan prestasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikaitkan dengan transformasi digital; meningkatkan tingkat lokalisasi, menuju penguasaan teknologi penjinakan dan pembersihan bom serta ranjau; serta terus memperkuat kegiatan-kegiatan sosialisasi dan pendidikan guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pencegahan kecelakaan akibat bom dan ranjau.

Konferensi tersebut (Foto: Lai Hoa/VOV)

PM Pham Minh Chinh menegaskan: “Kami sangat terharu, ini merupakan perilaku dan tindakan yang baik antara manusia dengan manusia, mengapresiasi perhatian Kalian terhadap pengorbanan dan kehilangan bangsa kami. Itulah dorongan, keberbagian dan simpati yang mendalam bagi masyarakat Vietnam. Penanganan dampak pascaperang akibat bom dan ranjau hanyalah satu bagian; yang lebih adalah peringatan perang dan sikap mendukung perdamaian. Kami menegaskan pandangan bahwa kami tidak menginginkan negara mana pun, rakyat mana pun harus mengalami perang karena akibat perang akan berlangsung lama”.