Presiden AS menambahkan bahwa kedua negara kemudian akan “melakukan bisnis besar” dengan AS, negara yang sedang tumbuh pesat dan menghasilkan banyak uang.

Pernyataan pemimpin AS tersebut dikeluarkan dalam konteks gagalnya gencatan senjata pada hari Paskah antara Rusia dan Ukraina, dengan tuduhan-tuduhan pelanggaran dari kedua pihak. Perihal tidak mematuhi gencatan senjata pada hari Paskah telah menimbulkan kekhawatiran bahwa mungkin akan sulit bagi AS untuk menjadi perantara bagi satu kesepakatan perdamaian yang berjangka panjang.