Di kanal televisi nasional, Presiden Nicolas Maduro mengatakan bahwa pembicaraan telepon ini berlangsung dalam suasana yang “menghormati” dan “ramah”. Dia menekankan bahwa jika pembicaraan ini menandai kemajuan untuk menuju dialog yang saling menghormati antara dua negara, makaa Caracas menyambut baiknya karena Venezuela selalu mengejar perdamaian. Sebelumnya, pada 1 Desember, Presiden AS, Donald Trump juga menkonfirmasikan telah melakukan pembicaraan telepon dengan Maduro, tetapi tidak membocorkan rinciannya.

Selama beberapa bulan terakhir, AS telah memperkuat secara signifikan kehadiran militernya di kawasan Karibia dengan alasan untuk menanggulangi para tersangka dan perdagangan narkotika dari Venezuela. Sementara itu, Caracas menuduh Washington, bahwa langkah tersebut merupakan tindakan yang menimbulkan instabilitas di kawasan.