Presiden Luong Cuong dan Istri, serta Raja Bhutan Jigme Khesar Namgyel Wangchuck dan Permaisuri, hadir dalam resepsi kenegaraan. (Foto: Viet Cuong/VOV)

Dalam pidatonya pada resepsi tersebut, Presiden Luong Cuong menyampaikan kesan mendalam bahwa Bhutan merupakan salah satu dari sedikit negara yang mencapai tingkat emisi karbon negatif, mempertahankan peliputan hutan lebih dari 70% dari wilayahnya, memiliki pola pembangunan berkelanjutan, serta masyarakatnya menjunjung tinggi sifat kerendahan hati, etika komunitas, dan keharmonisan antara manusia dengan alam.

Presiden Luong Cuong dan Istri memimpin resepsi kenegaraan untuk menyambut kunjungan kenegaraan Raja Bhutan Jigme Khesar Namgyel Wangchuck dan Permaisuri ke Vietnam. (Foto: Viet Cuong/VOV)

Presiden Luong Cuong mengatakan: “Saya dan PadukaYang Mulia Raja telah berdiskusi mengenai arah dan langkah-langkah untuk mendorong kerja sama yang efektif dan substansial antara kedua negara dalam waktu mendatang. Khususnya di bidang-bidang ekonomi, perdagangan, investasi, budaya, pariwisata, silaturahmi rakyat, konektivitas, serta isu-isu yang menjadi perhatian bersama kedua pihak. Saya percaya bahwa hasil kunjungan bersejarah yang dilakukan Raja dan Permaisuri kali ini akan menciptakan motivasi baru agar kedua negara dapat bekerja sama secara substansial, efektif, dan saling menguntungkan.

Presiden Luong Cuong berbicara pada acara tersebut (Foto: Viet Cuong/VOV)

Pada pihaknya, Raja Bhutan mengatakan bahwa Vietnam sangat dikagumi oleh teman-teman internasional karena tekad yang kuat, semangat persatuan, dan keberanian; karena kesungguhan hati dalam menjaga warisan dan kepercayaan teguh pada masa depan.

Raja Bhutan Jigme Khesar Namgyel Wangchuck berbicara pada resepsi kenegaraan (Foto: Viet Cuong/VOV)

Raja Bhutan menekankan: “Bhutan, meskipun merupakan negara kecil dan jauh, namun selalu berbagi semangat yang sama dengan Anda Sekalian. Kami percaya bahwa warisan bukanlah sekadar hiasan, melainkan petunjuk arah yang membimbing kita dalam membangun masa depan bagi rakyat kami. Dalam semangat itu, kami sedang membangun Kota Mindfulness (Kota kesadaran penuh) Gelephu, sebuah gerbang budaya dan keuangan yang terhubungkan dengan kawasan Asia Selatan, yang berasal dari nilai-nilai Bhutan. Kami akan merasa sangat mendapat kehormatan apabila Vietnam bersedia bergabung bersama kami dalam upaya ini”.