Tema “Solidaritas adalah kekuatan - Bergandengan tangan untuk memberantas AIDS” telah mencerminkan upaya Vietnam dalam melaksanakan komitmen-komitmen internasional dan menciptakan kondisi yang kondusif bagi setiap orang untuk mengakses layanan HIV/AIDS secara adil dan tanpa diskriminasi.

Berbicara di rapat umum tersebut, Profesor, Doktor Tran Van Thuan, Wakil Menteri Kesehatan, mengatakan bahwa program pencegahan dan pengurangan dampak negatif HIV/AIDS telah diterapkan di seluruh negeri. Vietnam juga menjadi salah satu negara terkemuka di dunia dalam kualitas pengobatan HIV, dengan lebih dari 96% orang yang terinfeksi HIV diobati dengan obat antiretroviral. Vietnam tetap berkomitmen mencapai target mengakhiri AIDS pada tahun 2030.

Para pemimpin Kementerian Kesehatan dan pemimpin Kota Ho Chi Minh menekan tombol sambutan, berkomitmen untuk bergandengan tangan guna mengakhiri pandemi AIDS di Vietnam pada tahun 2030. (Foto: VOV)

Pada pihaknya, Raman Hailevich, Direktur Nasional Program Koordinasi PBB tentang pencegahan dan pemberatasan AIDS di Vietnam, menunjukkan beberapa pencapaian luar biasa: Sejak tahun 2010, jumlah infeksi HIV baru di Vietnam telah menurun hampir 60%, sedangkan jumlah kematian terkait AIDS telah menurun sebesar 57%. Hal yang mengesankan saat ini ialah, sekitar 90% yang menjalani pengobatan HIV mendapatkan dukungan biaya melalui Dana Asuransi Kesehatan, dan 96% penderita HIV telah berpartisipasi dalam Asuransi Kesehatan. Hal ini merupakan bukti yang jelas tentang komitmen kuat Pemerintah Vietnam, yang diakui secara luas oleh komunitas internasional sebagai sebuah contoh keberhasilan.

Sementara itu, Huynh Minh Chin, Wakil Kepala Dinas Kesehatan Kota Ho Chi Minh, mengatakan:

“Kita semua bergandengan tangan untuk mengakhiri pandemi AIDS pada tahun 2030. Ia menegaskan bahwa kota selalu menjadi pelopor dalam memperbarui kegiatan pencegahan dan pemberantasan HIV/AIDS, memimpin seluruh negeri, dalam memperluas upaya pencegahan paparan, dan meningkatkan kualitas layanan medis, agar masyarakat, terutama kelompok berisiko tinggi, bisa mengakses layanan HIV/AIDS dengan cara yang paling ramah dan setara”.

Setelah rapat umum, kendaraan-kendaraan propagasi melakukan pawai melalui jalan utama, untuk menyebarkan pesan pencegahan dan pemberantasan HIV/AIDS kepada masyarakat.