Dewan Kepala Staf Gabungan Republik Korea mengonfirmasikan telah mendeteksi pembongkaran pengeras suara yang dilakukan tentara RDRK di beberapa kawasan garis depan sejak Sabtu pagi (9 Agustus). Gerak-gerik RDRK ini dilakukan hanya beberapa hari setelah Republik Korea menyelesaikan pembongkaran dan penghentian penyiaran propaganda yang mengkritik RDRK melalui pengeras suara di kawasan perbatasan.

Setelah menjabat pada bulan Juni 2025, pemerintahan pimpinan Presiden Republik Korea, Lee Jae-myung sedang mempelajari banyak opsi kebijakan untuk memperbaiki hubungan dengan RDRK, termasuk membongkar pengeras suara anti-RDRK, menyerukan penghentian penyebaran selebaran anti-RDRK, dan bersiap melanjutkan proyek-proyek antar-Korea ketika kontak dengan RDRK terjalin kembali.