Latihan UFS tahun ini berlangsung selama 10 hari, hingga tanggal 28 Agustus, dan akan dilakukan dengan menyelipkan berbagai ancaman nyata, termasuk pelajaran dari perang-perang terbaru, ke dalam skenario latihan. Republik Korea dan AS bersama-sama menegaskan bahwa tujuan utama latihan ini tetap sama, yaitu untuk menghadapi ancaman dari luar terhadap keamanan di Semenanjung Korea. Jumlah serdadu Republik Korea yang berpartisipasi sekitar 18.000 orang, sama seperti tahun lalu. Jumlah serdadu AS yang ikut juga serupa dengan tahun 2024.

Latihan UFS tahunan selalu mendapat penolakan keras dari Republik Demokratik Rakyat Korea (RDRK), yang menuduh Republik Korea dan AS sedang mempersiapkan perang melawan RDRK. Dalam pernyataan pada tanggal 10 Agustus, Menteri Pertahanan RDRK, No Kwang Chol mengatakan dengan jelas bahwa RDRK dengan tegas mengecam tindakan provokasi dari AS dan Republik Korea, serta menegaskan bahwa RDRK akan menjalankan hak membela diri terhadap setiap tindakan provokasi yang melampaui perbatasan.