Menlu Sergey Lavrov. Foto: Xinhua/VNA

Dia memberitahukan bahwa beberapa media Barat telah mengakui hal ini. Menurut itu, dialog-dialog antara Amerika Serikat dan Rusia mengenai jaminan keamanan untuk Ukraina telah mengalami hambatan. Sebab-musababnya ialah Rusia dengan gigih meminta supaya memasukkan prinsip "keamanan tidak bisa terpisah" dalam kesepakatan.

Menlu Sergey Lavrov menekankan bahwa prinsip tersebut telah diakui secara internasional pada konferensi-konferensi tingkat tinggi Organisasi Keamanan dan Kerja Sama Eropa (OSCE) di Istanbul pada tahun 1999 dan Astana pada tahun 2010. Sementara itu, Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) bertindak sebaliknya, menganggap keamanan sebagai instrumen untuk mengenakan pengaruh militer dan politik. Menlu Rusia menganggap bahwa ketika beberapa pihak menuduh Rusia "menghalangi perundingan", hal itu berarti bahwa mereka secara terbuka menginginkan keamanan menjadi "bisa terpisah", mengubah jaminan-jaminan untuk Ukraina menjadi instrumen anti-Rusia.