Sejak penandatanganan tersebut, berbagai negara telah berkomitmen untuk mengurangi emisi dan memberikan bantuan keuangan untuk iklim, tetapi kemajuannya tidak merata. Suhu global telah meningkat sekitar 1,2 derajat Celcius, dan para ilmuwan memperingatkan bahwa waktu untuk mencapai target Perjanjian Paris semakin menipis. Perjanjian itu juga menghadapi hambatan, termasuk penarikan Amerika Serikat (AS) dari perjanjian tersebut pada tahun 2017, sebelum bergabung kembali pada tahun 2021. Kemudian, pada Januari tahun ini, Presiden AS, Donald Trump menandatangani perintah eksekutif di awal masa jabatan keduanya, sekali lagi memulai proses penarikan AS dari perjanjian tersebut.

Tahun ini, COP30, Konferensi Tingkat Tinggi PBB tentang iklim, telah berakhir dengan penguatan komitmen berdasarkan Perjanjian Paris. Konferensi ini berkomitmen untuk memobilisasi dana sebesar 1,3 triliun dolar AS setiap tahun hingga tahun 2035 untuk aksi iklim dan menggandakan pendanaan untuk adaptasi pada tahun 2025. Namun, beberapa negara menyatakan kekecewaan karena kesepakatan tersebut tidak mengungkapkan penghapusan bahan bakar fosil.