Warga beristirahat di tempat penampungan, setelah bentrokan terbaru di sepanjang perbatasan, di Provinsi Surin, Thailand, 24 Juli 2025. Foto: REUTERS/Pansira Kaewplung

Sementara itu, Wakil Juru bicara Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand memberitahukan bahwa hingga pukul 21.00 Kamis malam (24 Juli), jumlah orang tewas dalam konflik militer di dekat perbatasan Thailand-Kamboja mencapai 14 orang dan 46 orang lain terluka. Pihak Kamboja belum mengumumkan informasi korban sampai sekarang.

Sebelumnya, pada Kamis (24 Juli), Ketua ASEAN 2025, Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyatakan kekhawatiran atas konflik di kawasan perbatasan Thailand-Kamboja, bersamaan itu menekankan bahwa perdamaian merupakan “pilihan satu-satunya”. Dia memberitahukan telah melakukan kontak langsung dengan Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet dan Penjabat Perdana Menteri Thailand, Phumtham Wechayachai untuk mendorong upaya perundingan.

Pada hari yang sama, tiga negara anggota ASEAN yaitu Laos, Vietnam dan Filipina juga menyatakan kekhawatiran, bersamaan itu mengimbau Thailand dan Kamboja untuk menyelesaikan secara damai masalah-masalah yang muncul melalui dialog, menggunakan “kanal-kanal kontak yang terbuka dan menjamin pengurangan eskalasi ketegangan”.