Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Foto: AHMAD AL-RUBAYE/Pool via REUTERS)
Pada hari yang sama, dalam konferensi pers bersama timpalannya dari Iran Abbas Araghchi, di Istanbul, Turki, Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki Hakan Fidan menegaskan: “Dimulainya kembali perundingan nuklir antara Iran dan AS merupakan hal yang diperlukan untuk meredakan ketegangan di kawasan”.

Sementara itu, Menlu Italia Antonio Tajani menyatakan bahwa meskipun Uni Eropa menganggap Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai “organisasi teroris”, tapi hal tersebut tidak berarti dialog dengan Teheran terputus. Ia menekankan bahwa Uni Eropa tetap perlu mempertahankan saluran dialog untuk menangani berbagai isu regional.