Acara peluncuran Perjanjian tersebut berlangsung dalam konteks kawasan Mediterania yang sedang mengalami perubahan geopolitik dan sosial-ekonomi besar selama tiga dekade terakhir, sehingga membutuhkan kerangka kerja sama mendesak yang lebih efektif dan komprehensif. Perjanjian Mediterania, yang diumumkan Oktober lalu, merupakan hasil konsultasi ekstensif antara Uni Eropa, 10 mitra di Mediterania Selatan, berbagai organisasi regional, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan masyarakat sipil. Dokumen ini menetapkan dasar bagi kerangka kerja sama yang didasarkan pada kepemilikan bersama, penciptaan bersama, dan tanggung jawab bersama, yang bertujuan untuk mendorong stabilitas, pertumbuhan, dan pembangunan berkelanjutan di kawasan tersebut.
Menurut rencana , setelah disetujui oleh mitra di Mediterania Selatan, Perjanjian tersebut diharapkan akan dibahas dan disetujui oleh para pemimpin Uni Eropa pada KTT Uni Eropa di bulan Desember. Pada saat yang sama, Uni Eropa akan menyelesaikan rencana aksi internal, yang diharapkan akan diumumkan pada awal 2026, untuk mengidentifikasi secara jelas para peserta serta metode implementasi setiap inisiatif dalam kerangka Perjanjian.
