PM Pham Minh Chinh berbicara pada upacara tersebut (Foto: VGP/Nhat Bac)

Pada tanggal 12 Juli yang lalu, Kompleks situs peninggalan sejarah dan pemandangan alam Yen Tu – Vinh Nghiem – Con Son, Kiep Bac secara resmi diakui oleh Komite Warisan Dunia, Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) sebagai Warisan Budaya Dunia Ini merupakan warisan budaya dunia dalam bentuk rangkaian yang pertama dari Vietnam, sekaligus menjadi warisan antarprovinsi kedua di antara 9 Warisan Dunia yang dimiliki Vietnam. Kompleks Warisan Budaya Dunia ini terdiri dari 12 situs dan kelompok situs peninggalan sejarah tipikal di 3 provinsi yaitu: Quang Ninh, Hai Phong, Bac Ninh. Dalam pidatonya pada upacara pengumuman tersebut, PM Pham Minh Chinh menekankan:

“Mengaitkan kegiatan-kegiatan pengonservasian dan pengembangan nilai warisan dunia dalam hubungan yang erat dengan warisan budaya benda dan warisan budaya takbenda lainnya di kawasan. Kegiatan-kegiatan ini selalu diarahkan untuk memenuhi target-target pembangunan berkelanjutan dari UNESCO dan perlu diterapkan secara sistematis, dengan partisipasi dari berbagai subyek pengelolaan yang terkait. Tidak hanya berhenti pada menghubungkan warisan, tetapi juga mengembangkan warisan dunia untuk mengembangkan produk-produk pariwisata; membangkitkan dan mengembangkan tradisi budaya yang baik dari bangsa dalam kegiatan pariwisata dan dalam kehidupan sehari-hari”.

Para tamu undangan pada upacara tersebut (Foto: VGP/Nhat Bac)

Dalam upacara tersebut, Jonathan Wallace Baker, Kepala Perwakilan UNESCO di Vietnam, menekankan bahwa situs Yen Tu memiliki nilai global yang istimewa karena mewakili Vietnam baik dari segi spiritual maupun jati diri bangsa. Yen Tu adalah tempat lahirnya aliran Buddhisme Truc Lam yang mewakili cara pembentukan identitas bangsa melalui perpaduan antara ajaran Buddhisme dan nilai-nilai budaya spiritual.