Panorama pertemuan tersebut (Foto: VOV) |
Pada pertemuan tersebut, PM Pham Minh Chinh meminta kepada EU dan komunitas perusahaan EU supaya berkoordinasi melaksanakan Perjanjian Perdagangan Bebas Vietnam-EU (EVFTA) secara efektif, sekaligus membuka lebih luas akses pasar kedua pihak. Vietnam menyambut baik masuknya perusahaan Eropa dalam sejumlah berbagai proyek teknologi tinggi, kecerdasan buatan, chip semikonduktor, pertumbuhan hijau, energi terbarukan, infrastruktur lalu lintas, lingkungan, kota pintar, hingga ekonomi kelautan. Beliau juga meminta kepada para perusahaan mendorong 7 negara anggota EU yang belum meratifikasi Perjanjian Proteksi Bisnis Vietnam-EU (EVIPA) agar dapat menyelesaikan prosesnya pada tahun 2025 untuk menciptakan terobosan baru di sektor investasi. Terkait dengan masalah “kartu peringatan” IUU, PM Pham Minh Chinh mengajukan: “Vietnam menangani hal tersebut secara tegas. Kini, banyak delegasi telah turun di semua provinsi dan kota untuk meninjau pelaksanaan rekomendasi Komisi Eropa. Semua rekomendasi EC telah dilaksanakan dan pada dasarnya, kini sudah dipatuhi. Saya meminta kepada para tamu agar menyuarakan dukungan bagi penghapusan kartu IUU. Karena ini merupakan persoalan penting dalam hubungan ekonomi kita”.
Sepihaknya, Jens Rubbert, Ketua EU-ABC memberitahukan bahwa para perusahaan Eropa mengapresiasi komitmen Vietnam terhadap keterbukaan perdagangan, stabilitas nasional, daya saing ekspor, proses transformasi digital dan transformasi hijau…. Ia menegaskan kedua pihak memiliki banyak peluang kerja sama di sektor-sektor prioritas pada masa depan. Para perusahaan EU ingin mendampingi Vietnam dalam pembanguan berjangka panjang melalui investasi dengan kualitas tinggi dan teknologi maju serta berkontribusi pada semua prioritas strategis Vietnam.

