Wakil Menlu Dang Hoang Giang dalam konferensi tersebut (Foto: Badan Sekretariat ASEAN)

Deputi Menlu memngimbau kedua negara untuk mengekang diri secara maksimal, tidak menggunakan kekerasan dan menghormati semua komitmen yang telah dicapai serta menangani sengketa dengan langkah damai, dan mematuhi Hukum internasional, Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Piagam ASEAN serta Traktat Keakraban dan Kerja sama di Asia Tenggara (TAC). Ia juga menginginkan agar kedua pihak segera mencapai kesepakatan senjata. Vietnam siap untuk terus aktif mendukung dan berkoordinasi erat untuk bersama dengan semua negara ASEAN dalam mendorong sejumlah inisiatif dan pendekatan yang tepat, termasuk, di antaranya mengembangkan peran mekanisme mediator dan rekonsiliasi yang ada, guna membantu Kamboja dan Thailand segera memulihkan perdamaian dan menstabilkan hubungan bilateral. Konferensi tersebut telah mengeluarkan Pernyataan Ketua ASEAN, yang isinya mencatat dilanjutkannya diskusi antara Kamboja dan Thailand mengenai gencatan senjata serta dijadwalkannya sidang Komite Perbatasan Bersama pada 24 Desember.

Dalam satu perkembangan terkait, pada hari yang sama, Menlu Thailand, Sihasak Phuangketkwow memberitahukan bahwa negara ini dan Kamboja sepakat melaksanakan lagi semua pembahasan pada pekan ini mengenai penghentian konflik militer di kawasan perbatasan setelah perundingan di Malaysia.